Minggu, 23 Januari 2011

PASCA PANEN PADI

disusun oleh Anik Rachmawati,SP,MMA
PENDAHULUAN
Penanganan pasca panen merupakan kegiatan utama untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu beras. Dalam prosesnya pasca panen merupakan rangklaian yang luas dan kompleks yang tidak hanya ditentukan oleh masalah tehnis saja tetapi juga melibatkan masalah social  dan ekonomi yang menyangkut berbagai sector dan disiplin.

Kehilangan hasil pada tahap perlakuan pasca panen  sbb :

No               Tahap perlakuan          Kehilangan (%)

1                 Panen                                 9,19
2                 Perontokan                        4,98
3                 Pengangkutan                    0,51
4                 Penjemuran                       1,66
5                 Penggilingan                      2,94
6                 Penyimpanan                     0,26
                   Jumlah                              19,54
  Dari  table dapat dilihat kehilangan pada panen,perontokan dan penggilingan adalah terbesar.

USAHA PERBAIKAN PENANGANAN PASCA  PANEN.
Usaha perbaikan penanganan pasca panen padi dilakukan meliputi panen,  perontokan, pembersihan, pengeringan, penyimpanan, penggilingan dan pemasaran.

Panen
Pada pemanenan yang dilakukan terlalu awal akan menghasilkan lebih banyak gabah hampa, butir hijau dan butir mengapur sehingga tidak tahan lama dan rendemen berasnya rendah. Sehingga kehilangan hasil yang tinggi akibat gabah makin mudah rontok disamping persentase beras pecah meningkat.
Anjuran-anjuran :
Penentuan saat panen yang tepat didasarkan :
-    85% malai menguning, sebagaian daun bendera telah mongering
-    Kerontokan gabah sekitar 25-30%, diukur dengan meremas malai dengan tangan.
-    Kadar airmencapai 22-25%
-    Umur optimal nberkisar 30-35 hari setelah berbunga merata.
Cara –cara panen anjuran :
1.    lahan pertanaman dikeringkan dahulu 7-10 hari sebelum panen.
2.    panen menggunakan sabit bergerigi, sehingga kapasitas pemanenan dapat dipercepat 20 jam per ha..   Sabit bergerigi 93 jam per Ha per orang sedangkan sabit biasa 113 jam (UGM,1984)
3.    cara memotong padi dianjurkan sedekat dengan tanah.
4.    hasil panen diletakan diatas wadah/tikar/alas, kemudian dibawa ketempat perontokan dengan menggunakan wadah

Perontokan
Saat pereontokan
Agar dilakasanakan secepatnya  setelah pemanenan karrena terjadinya kelambatan akan mengakibatkan butir kuning.
Cara perontokan
-    menggunakan pedal tresher
-    menggunakan mesin perontok (power tresher)
-    menghempas/ dibanting
Pembersihan
Pembersihan dilakukan segera setelah perontokan dengan cara :
-    pemebersaihan awal dilakukan disawah dengan menggunakan ayakan dari bamboo/kawat agar kotoran atau sisa daun dan batang kasar terbuang.
-    Pemebersihan selanjutnya dengan menampi, dianginkan atau menggunakan blower.
-    Untuk menekan serendah mungkin perlu menggunakan alas dari tikar, anyaman bamboo, karung plastic dsb.
Pengeringan
Tempat pengeringan
-    leluasa menerima sinar matahari, bebas dari banjir, gangguan unggas serta binatang lainnya.
-    Alas yang baik dibuat dari semen dan dibuat bergelombang sehingga penyerapan matahari menjadi tinggi, permukaan lebih luas, aur hujan lebih cepat mengalir dan lantai dapat kering.
Cara pengeringan.
dimusim kemarau dilakukan  sbb :
-    Ketebalasan lapisan gabah 5-7 cm
-    Setiap 1-2 jam sekali dilakukan pembalikan]
-    Pembalikan gabah dengan menggunakan kayu atau bamboo
-    Waktu yang dianjurkan jam 07.00 pagi sampai dengan jam 16.00 sore terganyung cahaya matahari.
Dimusim hujan
-    gabah dihamparkan dengan ketebalan 2-3 cm
-    setiap 1-2 jam sekali dilakukan pembalikan
-    usahakan pertukaran udara dalam ruangan cukup baik ( dengan kipas atau blower)
-    sebagai sinar matahari dapat digunakan lampu petromak, bahan baker sekam
Penyimpanan
Dalam penyimpanan yang perlu diperhatikan :
-    Sifat dan mutu gabah
-    Kondisi gabah
-    Bangunan tempat penyimpanan
Anjuran-anjuran
Mutu bahan : gabah yang akan disimpan sebaiknya :
-    dalam keadaan kering dengan kadar air maksimal 14%
-    bersih dari kotoran/gabah hampa maksimum 3 %
-    menggunakan karung yang baru , bila terpaksa menggunakan karung bekas harus direndam dulu dalam air panas sehingga hama mati dan kemudian dijemur sampai kering.
Tempat penyimpanan.
Syarat-syarat yang baik :
-    letak strategis dengan arah memanjang dari timur kebarat.
-    Gudang/lumbung yang akan digunakan harus dibersihkan dari kotoran dan hama gudang.
-    Yang berlantai semen/beton  harus m,enggunakan alas kayu ( 15 cm dari atas lantai) sehingga barang yang ada dibagaian bawah memperoleh udara yang cukup dan tidak terjadi pengembunan.
Cara penyimpanan
-    penyimpanan dalam bentuk curah atau karung perlu pergantian panas dan udara dalam gabah curah.. Hal ini dapat dibantu dengan memasang cerobong2 udara dari bamboo yang dibenamkan dalam gabah curah.
-    Penyimpanan dalam karung perlu alas kayu  dan karung tidak boleh menempel.
penggilingan
mutu dan rendemen berasa yang dihasilkan dari penggilingan sangat dipengaruhi berbagai factor antara lain :
-    varietas padi dan perlakuan pra panen
-    perlakuan pasca panen

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar